Sumberdaya Alam

Sumber Daya Alam

  • Pengertian

Dalam pengertian umum, sumber daya didefinisikan sebagai sesuatu yang dipandang memiliki nilai ekonomi. Dapat juga dikatakan bahwa sumber daya adalah komponen dari ekosistem yang menyediakan barang dan jasa yang bermanfaat bagi kebutuhan manusia. Grima dan Berkes (1989) mendefinisikan sumber daya sebagai aset untuk pemenuhan kepuasan dan utilitas manusia (pustaka.pu.go.id).

Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non fisik. Sumber daya ada yang dapat berubah, berunah ke bentuk yang lain, baik menjadi semakin besar maupun hilang dan adapula sumber daya yang kekal. Sumber daya hayati adalah suatu sumber daya yang dapat pulih yang terdiri atas flora dan fauna. Sumber daya hayati secara harfiah dapat diartikan sebagai sumber daya yang mempunyai kehidupan dan dapat mengalami kematian (file.upi.edu).

  • Macam-macam Sumber Daya Alam

Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sifat, potensi dan jenisnya (file.upi.edu).

  • Berdasarkan Sifat

Menurut sifatnya sumber daya alam dapat dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut (file.upi.edu):

  1. Sumber daya alam yang terbarukan (renewable) adalah sumber daya alam yang dapat melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi. Contohnya: hewan, tumbuhan, mikroba, tanah, air, dll.
  2. Sumber daya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable). Contohnya: minyak tanah, gas bumi, batu bara dan bahan tambang lainnya.
  3. Sumber daya alam yang tidak habis. Contohnya: udara, matahari, energi pasang surut dan energi laut.
  • Berdasarkan Potensi

Menurut potensinya sumber daya alam dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut (file.upi.edu):

  1. Sumber daya alam materi, merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan dalambentuk fisiknya. Contohnya: batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela dll.
  2. Sumber daya alam energi, merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya. Contohnya: batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar matahari dll.
  3. Sumber daya alam ruang, merupakan sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat hidup. Contohnya: area tanah dan angkasa.
  • Berdasarkan Jenis

Menurut jenisnya sumber daya alam dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut (file.upi.edu):

  1. Sumber daya alam nonhayati, disebut juga sumber daya alam fisik, yaitu sumber daya alam yang berupa benda-benda mati. Contohnya: bahan tambang, tanah, ar dan kincir angin.
  2. Sumber daya alam hayati, merupakan sumber daya alam yang berupa makhluk hidup. Contohnya: hewan, tumbuhan, mikroba dan manusia.
  • Pengelolaan Sumber Daya Alam

Prinsip umum dalam ilmu ekonomi adalah bagaimana memenuhi kebutuhan umat manusia yang cenderung tidak terbatas dengan ketersediaan sumber daya yang terbatas atau langka. Kelangkaan SDA ini merupakan salah satu faktor utama dalam kajian ekonomi yang berwawasan lingkungan dan karena faktor kelangkaan itu pula maka dibutuhkan pengelolaan SDA secara arif dan bijaksana. Tingkat ketersediaan dan kelangkaan sumber daya memberikan indikasi tentang bagaimana seharusnya mengelola sumber daya yang langka dimaksud agar tidak mengancam kelestariannya dengan tanpa dan atau meminimalkan terjadinya degradasi lingkungan. Macam dan karakterisasi sumber daya tidak hanya menggambarkan bagaimana pentingnya sumber daya tersebut tetapi yang lebih penting adalah bagaimana sebaiknya sumber daya itu dikelola agar memenuhi kebutuhan ummat manusia tidak hanya masa kini, tapi juga masa yang akan datang.

Ada 4 (empat) hal yang perlu dicatat dalam mengelola SDA (pustaka.unpad.ac.id):

  1. Biaya pengambilan/ penggalian semakin tinggi dengan semakin menipisnya persediaan SDA tersebut.
  2. Kenaikan dalam biaya pengambilan/ penggalian SDA akan diperkecil dengan diketemukannya deposit baru serta adanya teknologi baru.
  3. Sebidang tanah tidak hanya bernilai tinggi karena adanya sumber daya mineral yang terkandung di dalamnya, tetapi juga karena adanya “opportunity cost ” berupa keindahan alam itu.
  4. Juga perlu diingat dan dibedakan antara penggunaan sumber daya yang bersifat dapat dikembalikan lagi dan penggunaan sumber daya yang tak dapat dikembalikan ke keadaan semula (irreversible).

Sumber daya yang menjadi perhatian utama dalam literatur ekonomi lingkungan adalah sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu alokasi yang dinamik dari waktu ke waktu adalah penting untuk menjamin alokasi sumber daya yang berkelanjutan, diikuti dengan upaya-upaya lain yang bisa menekan kehabisan sumber daya. Disamping usaha alokasi yang berkelanjutan tersebut, kelangkaan sumber daya mempunyai peluang untuk diatasi yaitu paling tidak melalui 4 cara yaitu (pustaka.unpad.ac.id):

  1. Eksplorasi dan penemuan
  2. Kemajuan teknologi
  3. Penggunaan sumber daya substitusi
  4. Pemanfaatan kembali (reuse) dan daur ulang (recycling).

 

  • Konservasi Sumber Daya Alam

Pemikiran tentang konservasi, muncul ketika manusia merasakan timbulnya krisis-krisis lingkungan, sebagai akibat tidak seimbangnya pemanfaatan sumberdaya alam dengan pembangunan atau rehabilitasi. Kalau ditelusur sejarah masa lalu, yaitu awal mula pemikiran dan komitmen untuk melakukan tindakan konservasi, nampak bahwa sebetulnya di dalam corak budaya masyarakat sejak masa lalu telah tertanam kearifan yang sebenarnya dapat diangkat menjadi modal pengembangan konsep konservasi dari waktu ke waktu (elisal.ugm.ac.id).

Salah satu pemahaman tentang konservasi sumberdaya alam adalah penggunaan sumberdaya alam untuk kebaikan secara optimal, dalam jumlah yang terbanyak dan untuk jangka waktu yang paling lama (Gifford Pinchot). Konservasi sumberdaya alam bukanlah memelihara persediaan secara permanen, tanpa pengurangan dan perusakan (tingkat penggunaan nol), namun diartikan sebagai pengurangan atau peniadaan penggunaan karena lebih mengutamakan bentuk penggunaan lain dalam hal sumberdaya alam itu memiliki penggunaan yang bermacam-macam (multiple use resource) (elisal.ugm.ac.id).

Konservasi dilandasi oleh suatu filosofi, bahwa sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya disediakan untuk mencukupi keperluan manusia di bumi, tidak hanya manusia generasi sekarang namun juga generasi yang akan datang. Konservasi juga dilandasi pemikiran teknis ilmiah, bahwa unsur-unsur sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya terdapat saling ketergantungan dan saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya, sehingga kerusakan dan kepunahan salah satu unsur akan berakibat terganggunya ekosistem yang bersangkutan. Konservasi sumberdaya alam, secara umum diartikan sebagai pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana (elisal.ugm.ac.id).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s