materi 4- Inti Isi Kelima Sila dalam Pancasila

Menurut konsep Pancasila, yakni manusia dalam hidup saling tergantung antar manusia, saling menerina dan memberi antar manusia dalam memasyarakat dan menegara. Saling tergantung dan saling memberi merupakan pasangan pokok dan ciri khas persatuan serta menjadi inti isi dari nilai kekeluargaan. Ideologi Pancasila, baik setiap silanya maupun paduan dari kelima sila-silanya, mengajarkan dan menerapkan sekaligus mengehendaki persatuan. Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali atau dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat di Indonesia (Bung Karno, 1 Juni 1945).

Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh, sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya.

1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

Bagi kita dan di dalam Negara Indonesia tidak boleh ada pertentangan dalam hal Ketuhanan Yang Maha Esa, tidak boleh ada sikap dan perbuatan yang anti-Ketuhanan dan ant-keagamaan. Dengan kata lain, di Negara Indonesia tidak boleh ada faham yang meniadakan atau mengingkari adanya Tuhan (atheisme), dan yang seharusnya ada ialah Ketuhanan Yang Maha Esa (monotheisme) dengan toleransi terhadap kebebasan untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Sebagai sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi sumber pokok nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia, menjiwai dan mendasari serta membimbing perwujudan kemanusiaan yang adil dan beradab, Penggalangan Persatuan Indonesia yang telah membentuk Negara Republik Indonesia yang berdaulat penuh, yang bersifat Kerakyatan dan dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, guna mewujudkan Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

2. Sila Kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab

Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah sikao dan perbuatan manusia yang sesuai dengan kodrat hakikat manusia yang sopan dan susila nilai. Potensi kemanusiaan tersebut dimiliki oleh semua manusia, tanpa terkecuali. Mereka harus diperlakukan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan, sesuai dengan fitrahnya, sebagai makhluk Tuhan Yang Mulia. Dalam sila kedua ini telah tersimpul cita-cita kemanusiaan yang lengkap, yang adil dan beradab memenuhi seluruh hakikat makhluk manusia. Kemanusiaan yang adil dan beradab adalh suatu rumusan sifat keluhuran budi manusia (Indonesia). Dengan kemanusiaan yang adil dan beradab, maka setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama terhadap Undang-Undang Negara, memiliki kewajiban dan hak-hak yang sama; setiap warga negara dijamin haknya serta kebebasannya menyangkut hubungan dengan Tuhan, seseorang, negara masyarakat dan menyangkut pula kemerdekaan menyatakan pendapat dan mencapai kehidupan yang layak sesuai dengan hak-hak dasar manusia.

3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

Persatuan Indonesia dalam sila ketiga ini mencakup persatuan dalam arti ideologis, politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan. Persatuan Indonesia adalah persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia. Yang bersatu karena didorong untuk mencapai kehidupan bangsa yang bebas dalam wadah negara yang merdeka dan berdaulat. Persatuan indonesia merupakan faktor yang dinamis dalam kehidupan bangsa Indonesia, bertuuan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dam mencerdaskan kehidupan bangsa, serta mewujudkan perdamaian dunia yang abadi. Perwujudan Indonesia adalah perwujudan daripada faham kebangsaan Indonesia yang dijiwai oleh Ketuhanan Yang Maha Esa, serta Kemanusiaan yang adil dan beradab. Karena itu, faham kebangsaan Indonesia tidaklah sempit (chauvinistis), tetapi dalam arti menghargai bangsa lain sesuai dengan sifat kehidupan bangsa itu sendiri.

4. Sila Keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

Sila keempat ini berarti bahwa Indonesia menganut kedua demokrasi yaitu demokrasi langsung dan dmokrasi tidak langsung. Demokrasi tidak langsung sangat penting dalam suatu negara yang memiliki daerah yang luas dan warga yang banyak, seperti negara-negara di zaman modern dewasa ini. Pelaksanaan Demokrasi langsung dalam tingkat negara secara rutin hampir tidak dapat dilakukan lagi sekarang ini, karena jumlah warga negara dan luas negara umumnya sangat besar. namun referendum sebagai salah satu perwujudan demokrasi langsung dapat dilakukan. Berdasarkan sila keempat tersebut, berarti Rakyat dalam melaksanakan tugas kekuasaannya bak secara langsung ataupun melalui perwakilan ikut dalam pengambilan keputusan-keputusan dalam musyawarah yang dipimpin oleh pikiran yang sehat secara penuh dan tanggungjawab, baik kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun kepada Rakyat yang diwakilinya. Sila keempat ini merupakan sendi yang penting asas kekeluargaan masyarakat Indonesia. Sila keempat ini juga merupakan suatu asas, bahwa tata Pemerintahan Republik Indonesia didasarkan atas kedaulatan rakyat, sebagaimana ditegaskan dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945: Maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia, yang berkedaulatan Rakyat.

5. Sila Kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berarti bahwa setiap warga Indonesia mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan. Sesuai dengan UUD 1945, maka keadilan sosial mencakup pula pengertian adil dan makmur. Keadilan sosial yang dimaksud pada sila kelima bertolak dari pengertian bahwa antara pribadi dan masyarakat satu sama lain tidak dapat dipisahkan. Masyarakat tempat hidup dan berkembang pribadi, sedangkan pribadi adalah komponen dari masyarakat. Tidak boleh terjadi praktek dalam masyarakat sosialistis/ komunalistis yang hanya mementingkan masyarakat, dan juga sebaliknya seperti yang berlaku dalam negara liberal yang segala sesuatu dipandang titik beratnya dari pribadi/individu. Keadilan sosial mengandung arti tercapainya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan kehidupan masyarakat, karena kehidupan manusia itu meliputi kehidupan jasmani dan rohani, maka keadilan itu pun meliputi keadilan di dalam pemenuhan tuntutan hakiki jasmani serta keadilan di dalam pemenuhan tuntutan hakiki rohani secara seimbang. Dengan kata lain: keadilan di bidang material dan di bidang spirittual. Pengertian ini mencakup pula pengertian adil dan makmur yang dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia secara merata, dengan berdasarkan asas kekeluargaan.

Pembukaan UUD 1945 alinea II menegaskan sebagai berikut:

“Dan perjuangan pererakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan Rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yng merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur”.

Dengan uraian di atas kita dapat mengetahui tentang hakikat pengertian Pancasila. Hakikat pengertian Pancasila itu hendaknya kita hayati , untuk seterusnya diamalkan dalam segala kegiatan kehidupan.

sumber:

Alhaj, Pangeran. 1985. BUKU MATERI POKOK: PENDIDIKAN PANCASILA. Jakarta: Karunika Jakarta Universitas Terbuka.

http://www.unhas.ac.id/lkpp/Pancasila.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s